Spread the love

JAKARTA — Aksi kriminalitas jalanan dengan modus operandi yang tidak biasa belakangan ini dilaporkan mengalami peningkatan di sejumlah wilayah. Para pelaku kejahatan kini nekat mengenakan kostum menyerupai hantu “pocong” untuk menakut-nakuti korbannya sebelum melakukan pembegalan atau pencurian.

Pihak kepolisian mencatat adanya lonjakan laporan terkait penampakan pocong palsu yang berujung pada tindak pidana dalam dua bulan terakhir. Modus ini umumnya menyasar pengendara sepeda motor yang melintasi jalanan sepi dan minim penerangan pada dini hari.

Korban Terkecoh dan Mengalami Trauma

Salah satu insiden terbaru menimpa seorang karyawan swasta di kawasan pinggiran kota pada akhir pekan lalu. Korban yang sedang berkendara pulang kerja tiba-tiba dikejutkan oleh sosok putih yang berdiri di tepi jalan gelap. Karena panik dan mengira itu makhluk halus, korban kehilangan kendali atas motornya lalu terjatuh.

Saat korban terjatuh dan tidak berdaya, sesosok “pocong” tersebut justru mendekat bersama beberapa orang komplotannya yang keluar dari semak-semak. Mereka langsung mengancam korban dengan senjata tajam dan membawa kabur sepeda motor serta barang berharga milik korban.

“Awalnya saya benar-benar ketakutan karena mengira itu hantu asli. Tapi begitu mereka mengeluarkan celurit dan meminta dompet, baru saya sadar kalau mereka adalah penjahat,” ujar korban saat memberikan keterangan di kantor polisi setempat.

Tanggapan Pihak Kepolisian

Menanggapi fenomena ini, Kapolsek setempat menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa titik rawan yang kerap dijadikan lokasi aksi pocong gadungan ini. Polisi juga menegaskan bahwa para pelaku sengaja memanfaatkan faktor psikologis ketakutan masyarakat terhadap hal mistis untuk melancarkan aksinya.

“Ini murni tindak kriminal murni yang memanfaatkan kepanikan korban. Kami sudah mengantongi beberapa ciri-ciri komplotan ini dan tim buser sedang melakukan pengejaran,” tegas Kapolsek dalam rilis resminya pagi ini.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban lebih lanjut, pihak kepolisian memberikan beberapa imbauan kepada masyarakat:

  • Hindari rute sepi: Sebisa mungkin jangan berkendara sendirian di jalanan yang gelap dan minim penerangan pada jam rawan (pukul 01.00 – 04.00 WIB).

  • Tetap tenang: Jika melihat kejanggalan atau sosok mencurigakan di pinggir jalan, jangan langsung mengerem mendadak secara panik. Tetap fokus berkendara dan tingkatkan kecepatan dengan aman menuju tempat yang lebih ramai atau pos polisi terdekat.

  • Manfaatkan layanan darurat: Segera laporkan ke call center kepolisian jika melihat pergerakan yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, patroli malam berskala besar telah ditingkatkan di area-area rawan guna mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan malam tersebut.

By Ewin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *