Mengapa pada era Orde Baru (1966–1998, di bawah Soeharto) membeli TV atau kulkas itu mahal dan sulit, sementara di era Reformasi barang elektronik bahkan ada di desa?
Jawabannya bukan cuma “karena sekarang lebih modern”, tapi karena model ekonomi berubah total.
1️⃣ Struktur Ekonomi Orde Baru: Tertutup & Terbatas
Ciri utama:
🔹 1. Impor dibatasi ketat
Barang elektronik (TV, kulkas, radio, tape) sebagian besar impor atau berbasis komponen impor.
Pemerintah menerapkan:
- Proteksi industri dalam negeri
- Tarif tinggi
- Kuota impor
- Lisensi terbatas
Akibatnya:
Harga mahal dan distribusi terbatas.
🔹 2. Industri masih dangkal
Indonesia belum punya:
- Rantai pasok elektronik kuat
- Skala produksi besar
- Teknologi manufaktur massal
TV adalah barang “mewah”, bukan kebutuhan umum.
🔹 3. Pendapatan riil masyarakat lebih rendah
PDB naik saat Orde Baru, tapi:
- Pendapatan per kapita masih kecil
- Kredit konsumsi hampir tidak ada
- Perbankan belum inklusif
Orang harus beli tunai.
Tidak ada cicilan 0%.
🔹 4. Distribusi logistik terbatas
Jalan, pelabuhan, distribusi antar daerah belum seefisien sekarang.
Desa terpencil sulit akses barang modern.
2️⃣ Era Reformasi: Apa yang Berubah?
🔹 1. Liberalisasi perdagangan
Pasca 1998:
- Tarif turun
- Impor lebih bebas
- ASEAN Free Trade
- Integrasi rantai pasok global
Barang elektronik jadi jauh lebih murah karena:
Produksi global massal (China, Vietnam, dll).
🔹 2. Revolusi manufaktur Asia
Harga TV turun drastis karena:
- Skala produksi raksasa
- Efisiensi teknologi
- Kompetisi global
TV yang dulu setara 3–6 bulan gaji,
sekarang bisa 1–2 minggu gaji.
🔹 3. Kredit konsumsi & fintech
Sekarang ada:
- Cicilan kartu kredit
- Paylater
- Kredit elektronik
- Leasing
- Marketplace
Barrier kepemilikan turun drastis.
🔹 4. Logistik & infrastruktur
- Jalan desa lebih baik
- Ekspedisi nasional
- E-commerce
- Jaringan internet
Barang bisa sampai desa dalam 2–3 hari.
🔹 5. Struktur ekonomi bergeser
Orde Baru:
Ekonomi ekstraktif (minyak, kayu, tambang).
Reformasi:
Lebih banyak:
- Jasa
- Perdagangan
- Telekomunikasi
- Digital
- Konsumsi domestik
Permintaan domestik jadi mesin pertumbuhan.
3️⃣ Faktor Paling Penting: Globalisasi Harga Turun
Contoh kasar:
TV tabung 1990-an:
Bisa setara Rp5–7 juta nilai sekarang.
TV LED sekarang:
Rp2–3 juta.
Kualitas jauh lebih tinggi,
harga relatif lebih murah terhadap pendapatan.
Ini fenomena global, bukan hanya Indonesia.
4️⃣ Jadi Apakah Rakyat Lebih Kaya?
Secara absolut: Ya.
Secara relatif terhadap teknologi global: Juga ya.
Tapi:
Aset besar (tanah, properti) justru makin mahal.
Jadi:
Barang konsumsi makin mudah.
Aset produktif makin sulit.
Itu paradoks era Reformasi.
5️⃣ Ringkasan Intinya
Zaman Orde Baru:
- Ekonomi lebih tertutup
- Industri belum matang
- Distribusi terbatas
- Kredit konsumsi minim
- Elektronik = barang mewah
Zaman Reformasi:
- Perdagangan terbuka
- Produksi massal Asia
- Logistik maju
- Kredit konsumsi luas
Elektronik = barang umum
