Menurut penjelasan Nadiem Makarim, pengadaan Chromebook dilakukan untuk mempercepat transformasi pendidikan digital saat pandemi COVID-19 dan mencegah learning loss.
8
Beberapa alasan utama pemilihannya antara lain:
- Harga Lebih Terjangkau
Pemerintah dapat membeli lebih banyak perangkat dengan anggaran yang sama dibanding laptop Windows premium.
- Integrasi Google Classroom
Chromebook sangat cocok dengan ekosistem pendidikan Google:
- Google Classroom
- Google Docs
- Google Meet
- Google Workspace for Education
Guru dan siswa dapat langsung terhubung dalam satu sistem pembelajaran digital.
- Mudah Dikelola Massal
Sekolah dapat mengatur:
- akun siswa,
- aplikasi,
- keamanan,
- pembatasan akses
secara terpusat.
Hal ini penting untuk ribuan sekolah di Indonesia.
- Ringan dan Cepat
Chromebook terkenal:
- booting cepat,
- hemat baterai,
- ringan,
- minim error teknis.
Ini membantu sekolah yang belum memiliki teknisi IT khusus.
Skala Program Digitalisasi
Program digitalisasi pendidikan Kemendikbudristek disebut mencakup:
- sekitar 1,1 juta laptop,
- modem,
- dan proyektor
untuk lebih dari 77 ribu sekolah di Indonesia.
Program ini menjadi salah satu proyek teknologi pendidikan terbesar dalam sejarah Indonesia modern.
Kritik dan Kontroversi
Meski memiliki visi modernisasi pendidikan, proyek Chromebook juga menuai kritik.
Beberapa pihak mempertanyakan:
- efektivitas di daerah minim internet,
- kesiapan infrastruktur,
- ketergantungan pada layanan cloud,
- hingga dugaan korupsi pengadaan perangkat.
Kejaksaan Agung sempat menyebut Chromebook kurang efektif di daerah dengan akses internet terbatas.
Di sisi lain, pihak Nadiem Makarim menegaskan program tersebut dibuat untuk menjawab kebutuhan pembelajaran digital saat pandemi dan sudah sesuai aturan.
Apakah Chromebook Cocok untuk Pendidikan Indonesia?
Jawabannya tergantung kondisi daerah dan kebutuhan sekolah.
Chromebook cocok jika:
- Internet tersedia stabil
- Fokus pembelajaran online
- Menggunakan Google Classroom
- Kebutuhan komputasi ringan
Laptop biasa lebih cocok jika:
- Infrastruktur internet terbatas
- Membutuhkan software khusus
- Sekolah kejuruan membutuhkan aplikasi berat
- Aktivitas lebih banyak offline
Masa Depan Pendidikan Digital
Transformasi pendidikan digital sebenarnya bukan hanya soal perangkat, tetapi juga:
- kualitas internet,
- pelatihan guru,
- kesiapan kurikulum,
- literasi digital siswa,
- dan pemerataan teknologi.
Chromebook menjadi simbol perubahan menuju pendidikan berbasis cloud dan AI. Namun keberhasilannya tetap bergantung pada kesiapan ekosistem pendidikan Indonesia secara keseluruhan.
Di tengah pro dan kontra, proyek ini menunjukkan bahwa teknologi kini menjadi bagian penting dalam masa depan pendidikan nasional.
